Saturday, 17 August 2013

Kepala BIN: Polisi tak perlu bantuan TNI ungkap penembakan

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menyebut, pengungkapan kasus penembakan yang terjadi di Pondok Aren, Tangerang itu tidak perlu melibatkan TNI. Sebab polisi sendiri masih memiliki satuan-satuan lain yang dianggap memiliki kompetensi demi mengejar para pelakunya.

"Enggak perlu TNI. Kepolisian sendiri saja. Kan polisi ada satuan brimob dan lain-lain, kan mereka bisa kasih pengamanan kepada rekan-rekannya yang tugas pengamanan masyarakat baik itu lantas atau unsur-unsur lain," kata Marciano di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8).

Marciano menambahkan, Mabes Polri lebih baik meningkatkan pasukan pengamanan terbuka seperti Brimob. Tak hanya itu, pelaksanaan patroli kota perlu ditingkatkan dan dioptimalkan demi merazia senjata-senjata ilegal.

"Masyarakat harus dukung operasi itu oleh petugas, baik sweeping senjata, karena tidak benar senjata dimiliki oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga pada akhirnya yang ada intimidasi terhadap keamanan seperti ini.

Dengan optimalisasi keamanan dan peningkatan kemampuan dari satuan brimob, dia yakin tidak akan ada senjata api yang bertebaran di masyarakat. Tapi jika penyebaran tetap terjadi, tidak terlepas pelaku penembakan akan mencari korban selain aparat kepolisian.

"Kalau tidak senjata bertebaran seperti ini itu bisa mengancam siapa saja. Hari ini aparat kepolisian yang terancam, besok bisa yang lain," ujarnya.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment